Rabu, 19 Oktober 2011

Percaya diri

Percaya diri adalah modal yang sangat penting untuk membantu memudahkan kita mendapatkan uang lebih banyak. Percaya diri bukan hanya untuk mendapatkan pacar atau sekedar dianggap hebat. Percaya diri adalah faktor penting untuk meraih sukses, salah satunya mendapatkan uang.

Sejauh mana peran percaya diri dalam menghasilkan uang? Perannya sangat besar. Apa yang Anda miliki saat ini adalah sesuai tingkat percaya diri Anda selama ini. Jika Anda mampu meningkatkan kepercayaan diri, insya Allah, apa yang Anda miliki atau lakukan akan lebih baik.

OK, sekarang kita lihat, bagaimana dengan percaya diri kita bisa menghasilkan lebih banyak uang.

Pertama: orang yang percaya diri, karena menganggap diri mampu melakukan sesuatu, dia akan lebih banyak mencoba. Logikanya sederhana, lebih banyak mencoba artinya dia akan memiliki peluang berhasil lebih besar.

Peluang-peluang yang dimaksud bisa berkaitan dengan masalah uang, misalnya peluang bisnis, peluang pekerjaan yang sulit, peluang mendapatkan proyek, peluang mengajar, peluang berbicara, dan berbagai peluang lainnya yang bisa menghasilkan uang. Sejauh mana Anda mencoba peluang akan berbanding lurus dengan tingkat kepercayaan diri Anda.

Orang yang rendah akan diri ragu dan berkata, “Bisa nggak saya yah?”, “Sepertinya saya tidak akan mampu.”, “Bisa sich kalau tidak dipersulit.” dan berbagai ungkapan gambaran rendah diri lainnya. Dia tidak akan bertindak atau bertindak dengan penuh keraguan.

Sementara orang yang percaya diri akan berkata, “Insya Allah saya sanggup.” “Memang sulit, tapi saya akan coba.”, “Sekarang saya memang belum bisa, tetapi setelah belajar saya akan bisa.” Oleh karena itu, dia akan mengambil peluang tersebut dan memiliki kemungkinan berhasil jauh lebih besar.

Jelas, bahwa orang yang percaya diri akan memiliki peluang memiliki uang lebih banyak.

Kedua: Orang yang percaya diri akan memiliki koneksi lebih baik. Dia akan percaya diri berhadapan dengan orang lain, termasuk orang yang sukses sekali pun. Jika dalam bersosialisasi bagus dan mudah berelasi, maka silaturahim akan berjalan baik. Sementara silaturahim akan mendatangkan rezeki.

Sudah kita pahami bahwa peluang sering datang dari jaringan. Bagaimana kita akan memiliki peluang jika kita tidak percaya diri untuk masuk ke dalam jaringan. Orang percaya diri akan memiliki jaringan lebih banyak artinya akan memiliki peluang untuk sukses lebih besar.

Ketiga: orang yang percaya diri tidak akan ragu untuk menjual. Menjadi salesman? Salah satunya. tetapi bukan hanya itu, termasuk menjual dirinya agar diberikan proyek besar, diberikan pekerjaan, diberikan peluang berbicara, menjual diri untuk diberikan modal bisnis, dan termasuk menjual produk dan jasa Anda.

Jadi jelas, percaya diri bukan hanya sekedar tampilan saja. Bukan sekedar untuk menggaet lawan jenis. Bukan sekedar agar gaul. Percaya diri sangat menopang keberhasilan finansial Anda. Termasuk, jika Anda seorang juru dakwah, percaya diri akan menopang dakwah Anda.

Mulai sekarang, tingkatkan kepercayaan diri Anda. Silahkan baca artikel-artikel yang sudah dimuat disini tentang cara meningkatkan kepercayaan diri. Atau, Anda juga bisa mengaplikasikan strategi meraih percaya diri dalam 21 hari yang saya jelaskan di video The Confidence Secret.

adilah Orang Sukses

Saya belum sukses! Mungkin ada yang protes. Bagaimana jadi orang sukses, justru saya membaca website ini karena ingin sukses. Iya, jika Anda ingin sukses, jadilah orang sukses sekarang juga. Bagaimana bisa? Bingung? Tidak perlu bingung, silahkan baca kelanjutan artikel ini.

Begini, untuk menjadi orang sukses, Anda perlu tindakan bukan? Tetapi bukan sembarang tindakan. Tidak semua tindakan akan membawa kita kepada keberhasilan. Kita memerlukan tindakan sukses untuk menjadi sukses. Tindakan sukses hanya bisa dilakukan oleh orang sukses. Tapi saya belum sukses! OK.

Saat kita berpikir bahwa kita belum sukses, saat kita berpikir serba kekurangan, saat kita berpikir lemah, maka kita tidak akan pernah menghasilkan tindakan-tindakan yang berdaya. Bagaimana bisa, bagaimana kita akan melakukan tindakan hebat saat kita berpikir bahwa diri kita lemah. Kita akan bertindak hebat saat kita berpikir hebat. Kita akan melakukan tindakan-tindakan sukses saat kita berpikir sukses. Kita akan berpikir sukses saat kita menjadi orang sukses sekarang juga.

Jadi, artinya menjadi orang sukses ialah Anda harus memiliki pola pikir, mindset, atau paradigma orang sukses. Jika saat ini Anda merasa belum sukses, maka pikiran Anda jangan difokuskan pada saat ini, fokuslah pada masa depan, fokus pada kesuksesan Anda. Jika Anda melihat saat ini, Anda melihat diri Anda masih belum sukses, maka mindset yang muncul adalah mindset yang belum sukses. Lihatlah saat Anda sudah menjadi orang sukses.

Saat Anda melihat masa depan, saat Anda sudah menjadi orang sukses, maka Anda akan mulai memiliki pola pikir sukses. Menjadi orang sukses sekarang juga adalah rumus sukses inti. Paket ebook Beautiful Mind dibuat untuk menjadikan Anda memiliki pola pikir orang sukses.

Bahkan, untuk mengaplikasikan Hukum Daya Tarik (law of attraction) juga di awali dengan menjadi (be) orang sukses. Mungkin saat Anda membaca ebook atau buku law of attraction, dibahas dengan bahasa yang berbeda-beda, tetapi intinya langkah pertama ialah dengan cara menjadi (be), kemudian bertindak (do), dan memiliki (have). Atau disingkat dengan be do have.

Tapi sulit untuk menjadi orang sukses saat kita belum sukses dalam kenyataanya. Ok, saya sudah membuat video bagaimana cara menjadi (be) orang sukses. Kuncinya ialah dengan membangun rasa percaya diri terlebih dahulu. Jadi percaya diri memiliki peran penting dalam hukum daya tarik atau law of attraction. Silahkan download disini. Percaya diri sama dengan Anda merasa menjadi orang sukses.

rahasia meraih sukses

semua yang bertindak akan meraih sukses? Tidak, lihat saja banyak orang yang begitu giatnya bekerja, dari subuh sampai malam tetapi tetap saja tidak sukses. Untuk berhasil, Anda harus bertindak dengan tindakan yang benar, bukan sembarang bertindak. Seperti apakan tindakan yang benar itu? Bagaimana agar kita melakukan tindakan yang benar? Tindakan kita akan benar jika tindakan kita diiringi dengan “suatu hal” yang memastikan tindakan kita akan membahas hasil. Apakah “suatu hal” ini?

Jika Anda membaca berbagai artikel lainnya, alhamdulillah saya sudah mengungkap beberapa rahasia meraih sukses. Diantaranya ialah syukur. Dan juga ada satu rahasia penghalang sukses, yaitu adalah alasan. Namun masih ada satu lagi sebuah rahasia sukses yang sering dilewatkan oleh orang. Rahasia meraih sukses ini begitu manjur, banyak website dan buku luar negeri yang membahas pentingnya hal ini. Yang lebih dahsyat ialah Nabi Muhammad saw sudah memberitahu kita sejak 15 abad yang lalu.

Jika ditanya, siapa yang punya keinginan, maka semua orang punya keinginan. Menurut Dr Robert Anthony seorang guru pengembangan diri yang sangat terkenal di Amerika, jika seseorang dia mengaku tidak punya keinginan, dia adalah berbohong. Semua orang punya keinginan, tetapi apa yang bisa menghalangi kita meraih keinginan kita? Jawabannya adalah keyakinan. Keinginan dan keyakinan, jika dipadukan sudah menjadi sebuah resep sukses yang sangat mujarab seperti dijelaskan oleh Napoleon Hill dalam bukunya yang spektakuler, Think and Grow Rich.

Dengan memiliki keyakinanlah seseorang bertindak. Tanpa keyakinan, seseorang tidak akan bertindak. Namun ada satu hal yang sering dilupakan, yang sesungguhnya inilah yang membawa hasil. Apa itu? Mari kita tengok penggalan hadits Rasulullah saw yang sangat terkenal:

“Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.” (HR Bukhari Muslim)

Amal adalah tindakan. Jika tindakan Anda tidak diniatkan untuk mendapatkan keinginan Anda, maka Anda tidak akan mendapatkan keinginan Anda. Hasil dari sebuah tindakan ialah sesuai dengan apa yang kita niatkan. Seperti dalam kelanjutan hadits ini, jika hijrah untuk mencari wanita dan harta, maka kita akan mendapatkannya. Niat adalah rahasia lain meraih sukses.

Sekarang apa keinginan Anda? Saya yakin sebagai Muslim, Anda ingin kebaikan di akhirat. Namun tidak ada salahnya jika Anda juga menginginkan kebaikan di dunia. Oleh karena itu, setiap tindakan Anda, niatkanlah untuk mendapatkan kebaikan baik dunia dan akhirat seperti yang sering kita ucapkan do’a. Jangan sampai, karena ingin sukses di akhirat melupakan sukses dunia dan juga sebaliknya. Harus seimbang, sukses di dunia sebagai jalan meraih sukses di akhirat.

Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS. Al Baqarah: 201)

Yuk… kita niatkan untuk meraih sukses dunia dan akhirat.

Menunda-nunda

orang ingin sukses. Termasuk Anda bukan? Terbukti, Anda membaca artikel ini. OK, saya tidak akan berfilosofi tentang sukses. Saya definisikan sukses dengan tercapainya tujuan Anda.

Nah, ada satu hal yang bisa menghalangi Anda sukses. Hal ini menjadi “penyakit” yang banyak dimiliki oleh orang. Saya menemukan orang yang memiliki penyakit ini. Apakah termasuk Anda?

“Sudahlah… apa penyakit itu?” OK, ini dia:

Penyakit itu adalah… menunda-nunda.

“Besok saja.”
“Nanti saja.”
“Akan saya lakukan, kalau saya sudah…”
“Saya mau fokus ini dulu.”

Dan berbagai macam alasan penundaan yang lainnya.
Ada dua jenis menunda-nunda:
Menunda-nunda memulai sebuah pekerjaan.
Menunda-nunda menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Bagaimana dengan Anda?

Yah… tentu saja. Setiap orang akan memiliki alasan untuk menunda sebuah pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan. Ada satu alasan yang bisa diterima, yaitu ada pekerjaan lain yang jauh lebih penting dan mendesak. Meski alasan ini diperbolehkan, tetapi jika terus menggunakan alasan ini, ada yang tidak beres dalam pengelolaan pekerjaan Anda. Masa ada pekerjaan mendesak terus menerus?

Rasulullah saw pun menganjurkan kita untuk selalu menyelesaikan pekerjaan sampai akhir:

Jangan mengagumi amal perbuatan sampai ia menyelesaikan yang terakhir. (HR. Ath-Thabrani dan Al Bazzar)

Lalu bagaimana jika pekerjaan kita lama dan panjang? Sederhana, Anda bagi-bagi saja pekerjaan itu menjadi pekerjaan-pekerjaan kecil. Lakukan pekerjaan kecil itu setiap hari, setiap bagian lakukan sampai selesai, seperti yang diperintahkan hadits diatas.

Kemudian, Anda harus tekun melakukannya. Meski sedikit, lakukan setiap hari. Ini juga yang dianjurkan oleh Rasulullah saw:

Amalan-amalan yang paling disukai Allah ialah yang lestari (langgeng atau berkesinambungan) meskipun sedikit. (HR. Bukhari).

Ini adalah manajemen waktu ala Rasulullah saw. Sederhana, tetapi sudah terbukti ampuh. Lihatlah pencapaian besar yang beliau dapatkan dalam waktu 23 tahun.

OK, sekarang Anda sudah mengetahui penghalang besar sukses Anda. Dan Anda pun sudah tahu teknik manajemen jitu dari Rasulullah saw. Jika kita mengikuti teknik ini, insya Allah pencapaian kita akan meningkat. Jadi, jangan menunda-nunda pekerjaan Anda. Bagi-bagi pekerjaan, lakukan setiap bagian sampai selesai dan lakukan dengan tekun.

manajemen waktu

tidak perlu membuat to do list, tidak perlu membuat jadwal, dan tidak perlu membuat sesuatu yang rumit. Kuncinya adalah kemauan.

Jika Anda mau melakukan tips manajemen waktu ini, Anda bisa menghemat 1 jam per hari, 7 jam per pekan, atau bisa juga dihitung dengan satu hari kerja per pekan. Artinya 364 jam dalam setahun. Mau?

Jika Anda punya waktu extra 364 jam per tahun, apa yang bisa Anda dapatkan? Berapa buku yang bisa Anda baca?

“OK… saya mau… bagaimana caranya?”

Caranya ialah: kurangi waktu nonton TV Anda 1 jam per hari.

“Apa?”

Tidak bisa? Jika Anda nonton TV hanya 30 menit per hari, Anda tidak bisa melakukan tip ini. Hanya saja, menurut survey di Amerika, rata-rata orang menonton TV selama 4 jam per hari (bagaimana dengan di Indonesia?). Tahukah Anda bahwa 36% siaran TV berisi iklan? Dari 4 jam nonton TV, Anda menonton iklan selama 88 menit, hampir 1,5 jam. Wow!

“Tapi saya butuh hiburan….”

“Menonton TV adalah waktu saya untuk bersama keluarga…”

Tentu saja… saya juga masih menonton TV bersama dengan istri dan anak saya. Yah… untuk kebersamaan dan hiburan. Poin saya disini, jangan berlebihan menonton TV. Sayangi waktu Anda.

Perlu diingat: bahwa saya tidak mengatakan Anda harus berhenti nonton TV, tetapi kurangi waktunya. Artinya Anda masih tetap bisa menonton TV. Hanya saja tidak selama yang Anda lakukan sebelumnya.

Alihkan jam-jam Anda yang selama ini digunakan untuk menonton untuk kegiatan yang lebih produktif, misalnya:
Membaca Al Quran.
Memperbanyak ibadah.
Membaca buku atau ebook.
Menonton video edukasi dan motivasi.
Belajar sesuatu.
Melakukan bisnis sampingan.
Bersilaturahim
Dan, masih banyak ide lain yang jauh lebih produktif dan bermanfaat dibandingkan dengan nonton TV.

Jangan katakan Anda tidak punya waktu untuk belajar atau berbisnis, jika Anda masih nonton TV berjam-jam. Ingat: waktu yang sudah lewat tidak akan pernah kembali. Kehilangan harta masih bisa dicari lagi, tetapi kehilangan waktu kita tidak bisa kembali. Inilah pentingnya manajemen waktu bagi kita.

Time is money itu benar lho. Kehilangan waktu sama dengan kehilangan uang. Sementara, sebagai umat Islam, waktu bukan hanya sekedar uang, tetapi waktu adalah pahala. Kehilangan waktu artinya kita kehilangan kesempatan untuk meraih pahala.

Mulai sekarang, kurangi nonton TV selama 1 jam, kecuali Anda menonton TV kurang dari 1 jam per hari.

Ingin menghemat waktu lebih dahsyat lagi? Silahkan dapatkan Revolusi Waktu – Bukan manajemen waktu biasa.

tidak punya waktu

Seorang teman berkata, “Saya ingin sekali menulis, tapi saya tidak punya waktu. Saya harus bekerja di siang hari dan harus mengurus anak sebelum dan sepulang kerja. Bagaimana caranya?” Apa jawaban saya? “Memang, siapa yang punya waktu?”

Saya menjawab dengan sebuah pertanyaan, siapa yang punya waktu? Jawabannya adalah semua orang. Semua orang punya waktu. Kita sama-sama memiliki waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Coba siapa yang hanya punya waktu 20 jam sehari? Atau hanya 5 hari dalam seminggu?

Yang membedakan setiap orang, bukan jumlah waktu yang dimiliki, karena semua orang memiliki waktu yang sama. Yang membedakan adalah keputusan setiap orang bagaimana menggunakan waktunya. Saya punya waktu 24 jam, untuk apa saja yang memanfaatkan waktu saya? Anda juga punya waktu 24 jam, untuk apa saja waktu yang Anda punya?

Jujur, sering kali jawaban saya bukan yang mereka (yang merasa tidak punya waktu) harapkan. Saya sendiri tidak tahu jawaban apa yang mereka inginkan. Saya bukannya tidak berempati terhadap orang yang sibuk dengan kewajibannya. Tetapi, kesibukan memang tidak pernah habis, dan semua itu adalah keputusan Anda. Anda mau menggunakan waktu Anda untuk apa.

Toni Morrison, seorang ibu tunggal yang harus mengurus 2 anak dan bekerja untuk menghidupi kedua anak-anaknya memenangkan penghargaan Pulitzer dan hadiah nobel atas tulisannya. Saat ditanya, bagaimana bisa menulis di tengah kesibukannya, dia menjawab:

“Menulis di sela-sela waktu.”

Mungkin ada yang membantah, “Saya tidak punya sela-sela waktu!”

Sekali lagi, terserah Anda. Apakah Anda mau memiliki “sela-sela waktu” atau tidak, semuanya pilihan dan keputusan Anda.

“Tapi, banyak yang harus saya lakukan!” Siapa yang tidak? Semua orang memiliki tugas yang harus dilakukan. Hanya pemalas yang tidak memiliki kewajiban. Hanya pemalas yang banyak memiliki waktu luang. Semua orang, yang sadar akan kewajiban, akan selalu sibuk karena banyak yang harus dilakukan. Hanya saja, apa yang harus Anda lakukan juga ada pilihan Anda.

“Tapi…” Ssst, akan ada banyak alasan yang mengatakan Anda tidak punya waktu. Saya tahu. Mengapa tidak membuat alasan agar Anda bisa menyisihkan waktu? Jika Anda bertahan pada alasan tidak punya waktu, maka Anda akan terus tidak punya waktu. Jika Anda membuat alasan untuk mengambil keputusan menggunakan sebagian waktu untuk hal tertentu, maka Anda pun akan punya waktu.

ketidakpastian

Sering saya melihat, ada orang yang mencari kepastian dalam hidupnya. Dalam mencari nafkah, banyak yang mengatakan “yang pasti-pasti saja”, misalnya dengan menjadi karyawan, karena mereka menganggap akan mendapatkan penghasilan “pasti” setiap bulannya. Padahal, kita semua sadar, bahwa kepastian itu tidak ada, hanya Allah yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari.

Jika kita menyadari bahwa kepastian itu tidak ada, satu hal yang perlu kita lakukan ialah mengantisipasi ketidakpastian tersebut. Jika para penasehat investasi mengatakan, “jangan menyimpan telur dalam satu keranjang”, maka hal ini juga berlaku dalam bidang lainnya. Ketidakpastian bukannya untuk kita hindari, karena tidak bisa kita hindari, tetapi untuk kita antispasi.

Tentu saja, cara mengatisipasi ketidakpastian akan berbeda tergantung kasus dan kondisnya. Ketidakpastian dalam investasi dengan cara diversifikasi. Ketidakpastian dalam karir, kita harus selalu membina diri dan hubungan agar mudah mendapatkan pekerjaan jika pekerjaan ini lepas. Bisa juga dengan memulai menjalankan bisnis sampingan sebagai antisipasi ketidakpastian dunia kerja.

Satu kasus ketidakpastian bisa memiliki alternatif yang banyak jika kita mau memikirkannya. Jika saat ini kita belum mengetahuinya, mungkin saja kita belum berpikir keras atau mencari tahu dari orang lain, baik melalui buku, pelatihan, seminar, atau bertanya langsung kepada ahlinya. Kita ini kreatif, kita bisa menemukan berbagai alternatif untuk mengantisipasi ketidakpastian yang ada pada diri kita.

Satu hal lagi yang perlu kita perhatikan ialah masalah waktu, yang namanya ketidakpastian, bisa datang kapan saja. Mungkin saat ini Anda merasa aman bekerja di suatu perusahaan, tetapi bisa saja setelah makan siang nanti, boss memanggil untuk memecat Anda. Bisa saja bukan? kalau pun tidak, bisa saja ada musibah yang menyebabkan perusahaan Anda tidak bisa beroperasi lagi. Bisa saja, tiba-tiba muncul pesaing baru yang langsung mengalahkan perusahaan Anda secara tiba-tiba. Semua ini bisa terjadi kapan saja, bisa hari ini, besok, lusa, pekan depan, bulan depan, tahuna depan,…. entah kapan.

Sekarang, tinggal kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita siap jika kita tiba-tiba kehilangan tumpuan hidup selama ini? Betul, kita memang tidak berharap, tetapi semua bisa terjadi. Ingat pepatah, sedia payung sebelum hujan, adalah sangat bijak jika kita terapkan mulai hari ini. Mumpung masih ada waktu, persiapkan diri Anda sekarang juga, untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, sambil tetap meminta pertolongan kepada Allah.